Lama pikiran ini ada dikepala saya, dari mana whatsApp dapat penghasilan? padahal di aplikasi whatsApp tidak ada iklan sama sekali. Jangankan iklan, penggunanya saja tidak dipungut biaya sepeserpun. Padahal jumlah pengguna WhatsApp saat artikel ini ditulis telah mendekati 2 Miliyar pengguna.

Sudah tidak ada iklan dan gratis selamanya, lalu dari mana whatsApp dapat penghasilan? langsung saja kita bahas misteri ini

WhatsApp Tidak Akan Menayangkan Iklan Bagi Pengguna?

Untuk anda pengguna WhatsApp tenang saja anda tidak akan melihat iklan muncul di aplikasi anda, setidaknya hingga saat ini. Tidak seperti sudaranya Instagram dan facebook yang banyak iklan bermunculan.

Ini sesuai pernyataan Koum CEO whatsApp ,bahwa mereka telah berjanji tidak akan menayangkan iklan di whatsApp. Koum menyampaikan bahwa masa depan whatsApp bukan terkait soal iklan.

WhatsApp sadar bahwa pengguna sangat tidak suka dan merasa terganggu dengan adanya iklan apalagi untuk aplikasi pesan singkat. Bagi yang dulu pernah menggunakan BBM pasti ngerti kenapa ini sangat menggangu.

Sejak dibeli pada tahun 2014 dengan harga Rp.233 Triliun hingga 2017 WhatsApp sama sekali tidak mendapatkan untung. Dari sini saya berasumsi bahwa tujuannya adalah untuk manyering pengguna sebanyak-banyaknya.

Terbukti hingga detik ini Pengguna WhatApp hampir mencapai 2 Milliar pengguna diseluruh dunia dan menjadi messenger terbesar didunia. Dengan pengguna sebanyak itu pada 2017 whatsApp mulai menambang uang di platformnya ini.

WhatApp for Business

Cara WhatsApp mendapatkan uang adalah dengan menyasar pelaku usaha yang ingin memanfaatkan WhatsApp sebagai sarana komunikasi dengan pelanggan mereka.

Yang saya maksud disini bukan WhatsApp for Business biasa yang ada di PlayStore yang biasa dipakai oleh UMKM. Tapi ini lebih ke API (Application Programming Interface) dimana ini bisa memberikan notifikasi otomatis ke pengguna.

Jika anda pernah belanja online di Tokopedia, Lazada, Bli Bli dsb. atau pernah menggunakan Traveloka anda pasti pernah dapat notifikasi via pesan WhatsApp dari perusahaan tersebut.

Tentu itu bukan manual manusia yang ngirim tapi itu adalah API dari whatsApp. Dan disitulah salah satu jalan whatsApp mendapatkan uang.

Karena setiap pesan yang terkirim dipatok harga Rp72,5-Rp1.305. Lebih mahal dari pada SMS, namun soal kecepatan jauh lebih cepat whatsApp.

Saya sendiri pernah pakai API whatsApp yang saya dapatkan dari penyedia jasa layanan pesan whatsApp secara gratis untuk percobaan, dan hasilnya memang memuaskan.

Baca juga: Berapa Pengahasilan Youtuber dari Google Adsense?

Kesimpulan

Dulu jaman saya masih SMA WhatsApp ini masih berbayar, hanya gratis untuk 1th pertama. Namun setelah di beli oleh Facebook pada tahun 2014 layanan ini menjadi gratis selamanya dan tanpa iklan.

Saat itu juga banyak yang berfikiran dari mana whatsApp dapat penghasilan, namun ternyata dibalik gratisnya layanan dan tanpa iklan Facebook punya rencana lain.

Yaitu untuk menjaring sebanyak-banyaknya pengguna hingga kita ketergantungan dengan whatsApp. Barulah mereka memanfaatkan data kita untuk keperluan seorang pelaku bisnis.

Dan ini terbukti siapa sih yang tidak memakai whatApp? mungkin ada tapi kemungkinan kecil sekali. Bahkan tua muda, yang ngerti teknologi sampai yang gaptek semua punya. SMS sudah ditinggalkan sekarang, jangankan SMS telpon biasa saja sekarang ditinggalkan semua pakai telpon whatsApp.


Komentar